Wednesday, March 11, 2015

7 Tradisi dalam Teori Komunikasi


7 Tradisi dalam Teori Komunikasi


  • Tradisi Semiotik
Gagasan utama dalam tradisi ini adalah konsep dasar dalam memaknai sebuah tanda yang didefinisikan sebagai sebuah stimulus untuk menunjukkan kondisi lain. Tanda atau simbol merupakan sebuah bentuk rangkaian makna yang digunakan oleh masyarakat pencipta simbol tersebut untuk berkomunikasi. Tiap simbol antara masyarakat satu dan masyarakat lain akan berbeda maknanya ketika digunakan dalam berkomunikasi. Dengan perhatian pada tanda dan simbol, semiotik menyatukan kumpulan teori-teori yang sangat luas dan berkaitan dengan bahasa, wacana dan tindakan-tindakan nonverbal.
  • Tradisi Fenomenologi
Tradisi ini mengkaji bahwa orang-orang secara aktif menginterpretasi pengalaman-pengalamannya dan mencoba memahami dunia dengan pengalaman pribadinya. Proses mengetahui dengan pengalaman langsung merupakan wilayah kajian fenomenologi. Fenomenologi merupakan cara yang digunakan manusia untuk memahami dunia melalui pengalaman langsung.
  • Tradisi Sibernetika
Tradisi ini mengkaji bagaimana komunikasi dianggap sebagai sebuah sistem yang tiap bagiannya saling mempengaruhi. Sistem merupakan seperangkat komponen yang saling berinteraksi, yang bersama-sama membentuk sesuatu yang lebih dari sekadar sejumlah bagian-bagian. Bagian apa pun dari sebuah sistem selalu dipaksa oleh ketergantungan bagian-bagian lainnya dan bentuk saling ketergantungan inilah yang mengatur sistem itu sendiri.
  • Tradisi Sosiopsikologis
Teori yang terdapat dalam tradisi ini berfokus pada perilaku sosial individu, variabel psikologis, efek individu, kepribadian dan sifat, persepsi, serta kognisi. Tradisi ini memang memiliki ranah yang beririsan dengan disiplin ilmu psikologi. Bagian paling populer dalam pendekatan sosiopsikologis adalah teori sifat, yang mengidentifikasikan variabel kepribadian serta kecenderungan-kecenderungan pelaku komunikasi yang memengaruhi bagaimana individu bertindak dan berinteraksi.
  • Tradisi sosiokultural
Tradisi ini memfokuskan diri pada bentuk-bentuk interaksi antarmanusia daripada karakteristik individu atau model mental. Interaksi merupakan proses tempat makna, peran, peraturan, serta nilai budaya yang dijalankan. Banyak teori-teori sosiokultural juga memfokuskan pada bagaimana identitas-identitas dibangun melalui interaksi dalam kelompok sosial dan budaya.
  • Tradisi Kritik
Tradisi kritik mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar, struktur kekuatan, dan keyakinan atau ideologi yang mendominasi masyarakat, dengan pandangan tertentu di mana minat-minat disajikan oleh struktur kekuatan tersebut. Saat ini, teori kritik marxis sangat berkembang, meskipun teori ini telah bercabang dan multiteoretis.
  • Tradisi Retorika
Simbol yang digunakan manusia untuk mempengaruhi lingkungan sekitarnya dan untuk membangun dunia tempat mereka tinggal. Pusat tradisi dari retorika adalah kelima karya agung retorika yaitu penemuan, penyusunan, penyampaian, dan daya ingat.

0 comments:

Post a Comment